cinta dapat menggebu
dapat pula hambar
bahkan tak teridentifikasikan
menggebu....
kala penuh rasa rindu
ingin selalu bercumbu
impian dan harapan indah melulu
sakit karena cemburu
bahagia dengan rayu
hambar....
kala cinta bukan lagi hal yang baru dan menantang
dambaan hati sudah di tangan
bujukan dan kebersamaan menjadi hal biasa
bahkan, sindrom "rumput tetangga selalu tampak lebih hijau' melanda
tak teridentifikasikan....
kala hati menginginkan tapi kenyataan tak memungkinkan
kala kerinduan untuk bersama dan tuntutan untuk berpisah timbul tenggelam bergantian
ketakutan, keraguan, kecemasan, menggantungkan kata cinta di ujung lidah
tak pernah terucap tapi enggan untuk diingkarkan
hendak melupakan tapi tak ingin meninggalkan luka
ingin mempertahankan tapi tak pernah ada kejelasan
Silakan mengutip atau terinspirasi oleh konten di sini, asalkan tulis link ke sumbernya http://cerpen-kisah.blogspot.com
Friday, December 8, 2006
Kisah 8desember
Penikmat media massa, saat ini sedang dicekoki berita tentang affair YZ dan ME plus poligami AA Gym......
Aku.....
Well, kurasa kita ini cuma "penonton". Teriakan, protes, sikap pro dan kontra, bahkan dalih agama......semua itu "nothing".
Apa pun juga, bagaimana pun juga, semua kembali kepada diri kita sendiri.
Tuhan memberi kita akal budi, nurani......sekaligus naluri hewani!
Kehendak bebas dan tanggung jawab, haruslah seiring dan seimbang.
Maka serahkan semua kepada masing-masing pribadi.
Keluarga yang kental dengan nafas religi dalam kehidupannya mampu melahirkan anak-anak yang sesat, pecandu obat, bahkan menjadi penjahat....
Keluarga yang sesat karena orang tua jauh dari Tuhan dan tak mampu memberikan teladan bagi anak-anaknya tak mustahil melahirkan generasi yang "sehat" lahir dan batin......
Maka, sudah sepantasnya kita melakukan yang terbaik, menjalani kaidah agama, mematuhi norma dan nilai-nilai normal.......tetapi, ketika seseorang telah dewasa, dan dinilai mampu bertanggung jawab atas keputusan dan jalan hidupnya, segala sesuatu bisa terjadi!
Yang dulu baik menjadi sesat, yang tampaknya alim menjadi murtad......ataupun sebaliknya......bertobat menjalani hidup dijalanNya.
Maka untuk apa kita berkutat dengan menilai dan menghakimi....
Memang, hati kita terluka dan protes, manakala terjadi peristiwa yang ditentang nurani yang kita punya. Tetapi, apakah tidak lebih baik, kita menjadikannya wacana, dan bersikap lebih waspada, terhadap segala kemungkinan yang tidak pernah kita duga?
Ingat, apa yang kita lihat di permukaan, belum tentu demikianlah adanya!
Ketimbang kita berdebat pro dan kontra tiada henti (karena setiap pihak pastilah memiliki pembenaran masing-masing), bukankah lebih baik, kita lebih awas terhadap hidup kita sendiri, terhadap keluarga kita, anak cucu kita, sahabat-sahabat kita.......karena "bahaya" dan 'bencana" mengancam setiap saat dengan aneka wajahnya.......
Silakan mengutip atau terinspirasi oleh konten di sini, asalkan tulis link ke sumbernya http://cerpen-kisah.blogspot.com
Aku.....
Well, kurasa kita ini cuma "penonton". Teriakan, protes, sikap pro dan kontra, bahkan dalih agama......semua itu "nothing".
Apa pun juga, bagaimana pun juga, semua kembali kepada diri kita sendiri.
Tuhan memberi kita akal budi, nurani......sekaligus naluri hewani!
Kehendak bebas dan tanggung jawab, haruslah seiring dan seimbang.
Maka serahkan semua kepada masing-masing pribadi.
Keluarga yang kental dengan nafas religi dalam kehidupannya mampu melahirkan anak-anak yang sesat, pecandu obat, bahkan menjadi penjahat....
Keluarga yang sesat karena orang tua jauh dari Tuhan dan tak mampu memberikan teladan bagi anak-anaknya tak mustahil melahirkan generasi yang "sehat" lahir dan batin......
Maka, sudah sepantasnya kita melakukan yang terbaik, menjalani kaidah agama, mematuhi norma dan nilai-nilai normal.......tetapi, ketika seseorang telah dewasa, dan dinilai mampu bertanggung jawab atas keputusan dan jalan hidupnya, segala sesuatu bisa terjadi!
Yang dulu baik menjadi sesat, yang tampaknya alim menjadi murtad......ataupun sebaliknya......bertobat menjalani hidup dijalanNya.
Maka untuk apa kita berkutat dengan menilai dan menghakimi....
Memang, hati kita terluka dan protes, manakala terjadi peristiwa yang ditentang nurani yang kita punya. Tetapi, apakah tidak lebih baik, kita menjadikannya wacana, dan bersikap lebih waspada, terhadap segala kemungkinan yang tidak pernah kita duga?
Ingat, apa yang kita lihat di permukaan, belum tentu demikianlah adanya!
Ketimbang kita berdebat pro dan kontra tiada henti (karena setiap pihak pastilah memiliki pembenaran masing-masing), bukankah lebih baik, kita lebih awas terhadap hidup kita sendiri, terhadap keluarga kita, anak cucu kita, sahabat-sahabat kita.......karena "bahaya" dan 'bencana" mengancam setiap saat dengan aneka wajahnya.......
Silakan mengutip atau terinspirasi oleh konten di sini, asalkan tulis link ke sumbernya http://cerpen-kisah.blogspot.com
Label:
opini
| Reaksi: |
About me.....
Saya suka menulis. Dengan menulis, saya bisa menuangkan banyak hal, tanpa saya harus "berteriak-teriak" untuk menarik perhatian orang. Lebih-lebih menulis tentang pendidikan, cinta, dan kehidupan (yang tentu sangat luas).
Saya juga mencintai dunia seni. Saya menikmati musik, bergairah dengan menari, dan gandrung dengan dunia seni peran (sebagai sutradara maupun pelakon nya).
Beberapa tulisan fiksi saya pernah dimuat di media masa. Suatu saat, dapat Anda baca di blog ini.......Tunggu saja......
Silakan mengutip atau terinspirasi oleh konten di sini, asalkan tulis link ke sumbernya http://cerpen-kisah.blogspot.com
Saya suka menulis. Dengan menulis, saya bisa menuangkan banyak hal, tanpa saya harus "berteriak-teriak" untuk menarik perhatian orang. Lebih-lebih menulis tentang pendidikan, cinta, dan kehidupan (yang tentu sangat luas).
Saya juga mencintai dunia seni. Saya menikmati musik, bergairah dengan menari, dan gandrung dengan dunia seni peran (sebagai sutradara maupun pelakon nya).
Beberapa tulisan fiksi saya pernah dimuat di media masa. Suatu saat, dapat Anda baca di blog ini.......Tunggu saja......
Silakan mengutip atau terinspirasi oleh konten di sini, asalkan tulis link ke sumbernya http://cerpen-kisah.blogspot.com
Label:
About me,
at the first "sight"
| Reaksi: |
Subscribe to:
Posts (Atom)